Mengapa Imun Tubuh Penting?


Jahe

Akhir-akhir ini pencarian mengenai imun tubuh tumbuh pesat di situs pencari dan cukup banyak di bicarakan di media sosial. Masa pendemi seperti ini seperti menyadarkan banyak orang megenai pentingnnya imun atau daya tahan tubuh. Pada awal-awal pandem produk-produk vitamin dan suplemen begitu laris di pasaran, dan bahkan sering kehabisan stok. Sekarang ini beberapa perusahaan Farmasi dan Jamu berlomba-lomba melaunching produk baru yang di khususkan untuk memperkuat sistem imun dengan berbagai klaim keunggulan.

 Pertanyaannya adalah mengapa imun tubuh begitu penting? Sehingga menjadi trending dan banyak dicari oleh masyarakat. Begitu juga pada saat pandemik seperti ini, produk vitamin atau suplemen kesehatan khususnnya untuk memperkuat imun tubuh begitu diminati hingga banyak perusahaan farmasi dan jamu seakan berlomba menjual produk dengan keunggulannya masing-masing.

Imun tubuh berperan penting untuk melawan zat asing yang masuk kedalam tubuh termasuk bakteri dan virus. Ketika zat asing masuk ke dalam tubuh, sistem imun tubuh akan mengenali zat asing tersebut sebagai bukan bagiand dari tubuh dan mencoba mengeluarkan respon untuk melawan zat asing tersebut. Contoh paling sederhana adalah ketika bersin. Ketika kita bersin, sebenarnya itu adalah respon tubuh karena adannya zat yang tidak dikenal masuk kedalam hidung, sehingga menyebabkan tubuh merespon untuk mengeluarkan zat tidak dikenal tersebut dengan bersin. Sama halnnya dengan batuk, pada dasarnnya batuk adalah cara tubuh untuk mengeluarkan zat asing yang ada di tenggorokan.

Cara tubuh untuk melindungi dirinya dari zat asing inilah yang dimaksud dengan imun. Sehingga ketika ada zat yang tidak dikenal masuk kedalam tubuh, maka secara otomatis tubuh akan merespon untuk melawan zat asing tersebut agar tidak membahayakan bagi tubuh. Masuknnya bakteri atau virus kedalam tubuh juga akan direspon oleh imun tubuh sehingga imun tubuh sangat penting sebagai pertahanan pertama kita terhadap penyakit.

Dengan demikian memiliki imun tubuh yang kuat menjadi sangat penting agar tubuh memiliki pertahan yang kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit. Salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh adalah dengan meminum vitamin atau suplemen yang sudah banyak tersedia di pasaran. Salah satu produk tersebut adalah Imuncap. Produk ini terbuat dari bahan herbal asli Indonesia seperti Meniran, Jahe Merah, Daun Kelor, dan Temulawak yang sudah terbukti secara turun temurun dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Imuncap sudah tersertifikasi halal oleh MUI dan bisa diperoleh dengan harga yang sangat terangkau [TA].



Temukan Artikel Lainnya

Kenali Obat Palsu

Trend pembelian obat secara online saat ini sedang banyak di gandrungi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Jika sesekali melihat market place maupun media sosial, begitu banyak obat-obatan terutama obat herbal yang dijual dengan klaim yang cenderung berlebihan. Banyaknnya testimonial tentu saja menjadi daya tarik bagi calon pembeli sehingga tanpa mempertimbangkan aspek keamanan maupun legalitas obat tersebut. Sebetulnnya, sah-sah saja membeli obat secara online tetapi harus tetap melihat aspek keamanan terlebih bisa jadi obat yang diperoleh adalah obat palsu. Walaupun membeli secara langsung di Apotek juga masih beresiko mendapatkan obat palsu, tetap saja lebih riskan pembelian secara online.

Untuk mengantisipasi mendapatkan obat palsu, berikut adalah beberapa tips untuk mengenali keaslian obatyang akan kita beli.

1. Teliti kemasannya

Pada saat pembelian obat, cobalah untuk meneliti kemasannya. Coba di cek apakah kemasannya masih bagus atau sudah rusak, apakah masih tersegel dengan baik atau segelnnya sudah rusak. Coba juga teliti apakah ada hal-hal yang mencurigakan dikemasannya sehingga kita bisa yakin bahwa obat tersebut obat asli.

2. Cek kelengkapan Obat

Biasannya obat yang asli pada kemasannya akan mencantumkan nomer ijin edar, tanggal kadaluarsa, dan adanya nomer batch produksinnya. Jika salah satunnya tidak ada maka patut dicurigai bahwa obat yang akan kita beli adalah obat palsu. Pada kemasan obat juga pasti akan dicantumkan produsen pembuat obat tersebut.

3. Cek BPOM

Jika obat yang akan dibeli adalah obat baru atau obat yang kurang familier, maka lebih baik untuk mengecek nomer ijin edar yang tertera di kemasannya. Pengecekan tersebut bisa diakses dengan menggunakan ponsel dengan mengunjungi website BPOM. Jika data nomer ijin edar yang diperoleh dari hasil cek tersebut sama dengan data yang ada di kemasan, maka bisa di katakan obat tersebut asli dan sudah memiliki ijin edar sehingga aman untuk digunakan.

4. Belilah di tempat yang terpercaya

Pembelian obat, terutama untuk obat-obat resep maupun obat keras, atau obat bebas terbatas, lebih baik membeli di apotek. Biasannya obat-obatan yang yang dijual di apotek berasal dari pedagang farmasi yang sudah memiliki ijin sehingga kemungkinan mendapatkan obat palsu sangat kecil.

5. Cek Daftar Ulasan

Jika pembelian secara online, cobalah luangkan waktu untuk membaca ulasan dari konsumen yang sudah lebih dulu membeli obat tersebut. Coba baca ulasan-ulasan terutama untuk ulasan yang memiliki bintang yang rendah, sehingga bisa belajar dari pembelian yang dilakukan oleh orang lain. Hindari membeli dari penjual yang tidak memiliki ulasan atau bahkan menutup kolom ulasan. Hindari juga membeli produk yang hanya dijual di media sosial dengan klaim khasiat yang berlebihan [TA].


BACA LEBIH LANJUT

Jenis-Jenis Obat Palsu

Beberapa waktu lalu negeri ini sempat dihebohkan olah berita ditemukannya vaksin palsu yang beredar dan bahkan sudah digunakan kepada anak-anak dalam program vaksin mandiri. Kabar tersebut tentu saja membuat was-was konsumen dan bisa berakibat fatal bagi anak-anak yang sudah terkena vaksin palsu. Belum lama ini juga terungkap peredaran obat palsu yang membuat konsumen semakin was-was melakukan pembelian obat. Terlebih pada saat situasi pandemik sepeti ini dimana trend pembelian obat secara online semakin meningkat, sehingga dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat palsu.

Berikut adalah beberapa jenis obat palsu yang biasa beredar:

1. Repack dari Obat Generik

Jenis obat palsu ini adalah obat yang pada dasarnnya tidak terlalu berbahaya, karena jenis obat ini hanya mengganti kemasan dri obat generik menjadi obat paten yang hargannya jauh lebih mahal. Kandungan dari jenis obat palsu ini tetap sama dan bisa memberikan efek yang diinginkan. Namun komsumen dirugikan karena harus membeli jauh lebih mahal dari yang seharusnya.

2. Kadarnnya Kurang

Jenis obat palsu ini adalah dengan mengurangi kadar dari yang seharusnnya sesuai dengan yang tercantum di dalam kemasan. Jika mengkonsumsi obat palsu seperti ini maka efek terapi yang diinginkan tidak akan tercapai dan bisa berakibat fatal jika dikonsumsi oleh pasien kritis.

3. Mengganti ED

Jenis lain dari obat palsu adalah dengan menghapus tanggal ED yang seharusnnya dan menggantinnya dengan tanggal ED yang baru. Obat palsu ini juga sangat berbahaya jika dikonsumsi karena bisa saja sudah terkontaminasi dan tidak memberikan efek terapi yang seharusnnya.

4. Tidak memiliki ijin edar

Obat palsu seperti ini biasannya adalah obat-obat selundupan yang masuk ke Indonesia dengan cara yang illegal. Tentu saja obat-obat ini belum terbukti keamanannya karena belum lolos pengujian dari BPOM. Bisa juga obat palsu seperti ini menjantumkan nomer ijin edar di kemasannya, tetapi nomer tersebut tidak terdaftar di BPOM atau menggunakan ijin untuk produk lain yang sejenis.

5. Berisi bahan yang tidak seharusnnya

Jika obat palsu tersebut hanya diisi dengan placebo maka tidak akan terlalu berbahaya karena biasannya placebo tidak akan memiliki efek terapi. Tetapi akan berakibat fatal jika obat-obat tersebut adalah obat yang yang dibutuhkan oleh pasien dalam keadaan kritis. Jenis obat ini akan lebih berbahaya jika diisi dengan bahan obat yang tidak seharusnnya. Biasannya terjadi pada kasus obat tradisional yang diisi oleh bahan kimia obat [TA].

BACA LEBIH LANJUT

Bahaya Obat Palsu

Trend pembelian Obat, Suplemen, dan Jamu secara online saat ini sedang meningkat. Hal ini dikarenakan adanya pandemi yang mengharuskan masyarakat untuk lebih banyak tinggal di rumah dan tidak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang penting. Trend ini juga di perkuat oleh kebiasaan baru dimana konsumen lebih memilih pembelian secara online sehingga lebih mudah dan tidak perlu repot-repot datang ke apotek atau toko obat. Aturan mengenai penjualan obat, suplemen, atau jamu secara online juga belum ada, sehingga menjamurnnya produk-produk tersebut di berbagai market place dan media sosial.

Namun, selalu ada resiko untuk pembelian secara online terlebih lagi untuk produk-produk obat, suplemen, atau jamu. Resiko mendapatkan obat palsu lebih tinggi jika dibandingkan dengan membeli langsung di apotek. Terlebih lagi obat-obat jamu atau supplement yang hanya bisa didapatkan secara online resiko mendapatkan obat abal-abal sangat tinggi. Contohnnya supplement pelangsing, banyak sekali beredar supplement-supplement pelangsing yang dipromosikan dimedia sosial dan hanya bisa dibeli secara online. Bahkan terkadang, supplement-supplement tersebut tidak memiliki ijin edar dari BPOM namun dipromosikan dengan klaim yang berlebihan dan tangkapan percakapan mengenai testimonial sehingga menarik minat konsumen untuk membelinya.

Resiko paling rendah ketika mendapatkan obat, supplement, atau jamu palsu adalah tidak adannya efek yang diharapkan karena memang isinnya hanya placebo yang tidak memiliki efek sama sekali. Namun jika malah diisi dengan bahan kimia obat yang tidak sesuai dengan takaran atau malah memiliki kontra indikasi, bisa berakibat fatal bagi konsumen. Keluhan-keluhan seperti mual, muntah, dan pusing, biasannya sering ditemui pada obat-obat palsu yang sudah teranjur di konsumsi. Lebih fatal lagi jika obat tersebut harus digunakan ooleh konsumen dalam keadaan kritis, dimana obat tersebut tidak akan memberikan efek terapi yang diinginkan sehingga target terapi tidak tercapai.

Khusus untuk jamu, bisannya bahan jamu tersebut diisi dengan bahan kimia obat, sehingga efek terapi yang diinginkan bisa tercapai. Namun kondisi tersebut bisa berbahaya karena penggunaannya bisa bisa merugikan bagi komsumen terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Dosis yang tidak sesuai dan penggunaan jangka panjang bisa berakifat pada munculnnya efek samping yang merugikan bagi tubuh. Bahkan mungkin bisa berakibat fatal yang sangat merugikan bagi kesehatan. Teliti sebelum membeli menjadi point penting agar bisa terhindar dari obat palsu. Meluangkan waktu untuk membaca review pembeli dan membeli di toko-toko online yang bisa dipercaya menjadi kunci agar obat yang kita dapatkan merupakan obat asli dan bisa memberikan efek terapi yang diinginkan [TA].


BACA LEBIH LANJUT


Beli Sekarang
Hubungi Whatsapp
// 'event_callback': function(){document.location = url;}